RESUME : ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas dari Bapak Agung Kridoyono, S.ST.,MT selaku dosen pembimbing dari mata kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer (AORKOM) kelas D UNTAG Surabaya.

Materi dari resume ini akan dibagi menjadi beberapa subbab berdasarkan materi pertemuan yang telah diberikan sebelumnya oleh Bapak Agung Kridoyono, S.ST.,MT.


CHAPTER I

Pendahuluan


Komputer merupakan sebuah sistem yang hierarki dan dapat dianggap sebagai struktur dari sejumlah beserta fungsinya yang dijelaskan sebagai fungsi kolektif struktur dan fungsi internalnya. Arsitektur komputer dan organisasi komputer sendiri memiliki makna dan fungsi masing-masing.
  • Arsitektur komputer berkaitan dengan atribute-atribute yang nampak bagi programmer. Misalnya Set Intruksi, jumlah bit yang digunakan untuk penyajian data, mekanisme I/O, dsb.
  • Organisasi komputer berkaitan dengan unit unit operasional dan interkoneksinya yang merealisasikan spesifikasi arsitektural. Misalnya Control signals, interfaces, memory technology, dsb.
Meskipun sama-sama memiliki hubungan dengan komputer, namun beberapa komputer yang memiliki "Arsitektur yang sama belum tentu memiliki organisasi yang sama pula". Arsitektur komputer merupakan komponen komputer yang dapat bertahan lama, sementara organisasi komputer merupakan bagian dari komputer yang dapat menyesuaikan teknologinya sesuai dengan perkembangan jaman. Sebagai contoh : CPU Intel famili x86 yang semuanya memiliki arsitektur dasar serupa namun tentu organisasi komputer yang ada di dalamnya berbeda satu sama lainnya berdasarkan tahun keluar dari CPU tersebut.
 

Struktur dan Fungsi Komputer

1)  Yang dimaksud Struktur komputer adalah bagaimana masing-masing dari komponen komputer saling berhubungan satu sama lain.
2)  Sementara Fungsi komputer merupakan operasi dari masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur komputer tersebut.

Fungsi Komputer

  • Pengolahan data / Data processing
  • Penyimpanan data / Data storage
  • Pemindahan data / Data movement
  • Kendali / Control


CHAPTER II

      InterConnect Bus Sistem      


Konsep Program

Pemrograman (hardware) merupakan proses penghubungan berbagai komponen logik pada konfigurasi yang diinginkan untuk membentuk operasi aritmatik dan logik pada data tertentu.


Fungsi Control Unit

  • Untuk setiap operasi disediakan kode yang unik. Contoh : ADD, MOVE, dsb.
  • Bagian hardware tertentu menerima kode tersebut kemudian menghasilkan sinyal-sinyal kendali.
  • Lalu jadilah sebuah operasi komputer.

Siklus Intruksi

Sebuah intruksi merupakan sebuah perintah khusus yang didukung oleh komputer tertentu dan dikenal juga sebagai bahasa mesin. Untuk melakukan sebuah instruksi, komputer memerlukan dua langkah yang Fetch Cycle dan Execute Cycle.


Interupsi

Interupsi merupakan suatu mekanisme yang disediakan bagi modul-modul lain (misal I/O) untuk dapat meng-interupsi operasi normal pada CPU. Adapun siklus dari interupsi adalah sebagai berikut :

1)  Interupsi ditambahkan ke instruction cycle,
2)  Processor memeriksa adanya interupsi,
3)  Jika tidak terdapat interupsi, fetch next instruction (lanjut instruksi selanjutnya).
4)  Jika terdapat interupsi :
  • Tunda eksekusi program saat ini,
  • Simpan 'konteks',
  • Set PC ke awal address dari routine interrupt handler,
  • Memulai proses interupsi,
  • Setelah selesai, kembalikan 'konteks' dan lanjutkan program yang terhenti.

BUS

Bus merupakan sebuah jalur komunikasi yang menghubungkan beberapa device dan biasanya dihubungkan melalui broadcast. Bus sendiri memiliki beberapa bagian yakni Data Bus, Address Bus, dan Control Bus.
  • Data Bus akan membawa data dari sebuah Bus. Lebar jalur pada Data Bus memengaruhi performance dari Bus.
  • Address Bus akan menentukan asal atau tujuan dari data tersebut. Misal CPU perlu membaca instruksi (data) dari memori pada lokasi tertentu. Lebar jalur pada Address Bus menentukan kapasitas memori maksimum dari sistem.
  • Control Bus memiliki informasi kendali dan timing pada Bus, diantaranya sinyal read/write memory (MRD/MWR) , Interrupt request (IRQ), dan Clock signals (CK).
        Bus sendiri memiliki bentuk fisik diantaranya Jalur-jalur parallel PCB, Ribbon cables, Strip connectors pada motherboards (contohnya PCI) dan juga ada yang seperti kumpulan kabel biasa.


Jenis BUS

Ada 2 jenis Bus yang ada sekarang, yakni :
  • Dedicated, yang memiliki jalur data dan address yang terpisah.
  • Multiplexed, yang memiliki jalur bersama (tidak terpisah) serta address dan data pada saat yang berbeda.  


CHAPTER III

Cache


Fungsi Pemetaan (Mapping Function)

Mapping Function (MF) merupakan metode yang digunakan untuk menemukan / menempatkan sebuah alamat memori ke dalam sebuah cache. Terdapat 3 macam MF yakni Direct Mapping, Associative Mapping, Set Associative Mapping.


Direct Mapping

Setiap block dari memori utama hanya memetakan ke dalam satu baris cache. Jika suatu block ditemukan di cache, maka block tersebut selalu ditemukan pada tempat yang sama. Nomor baris dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : 

i = j modulus m
, dengan :
i = Nomor baris cache
j = Nomor block pada memori utama
m = jumlah baris di cache

Adapun karakteristik dari Direct Mapping adalah sebagai berikut :
  • Panjang Alamat (address length) = (s + w) bits 
  • Jumlah unit yang dialamati (number of addressable units) = 2s+w words/ bytes 
  • Ukuran block (block size) = lebar baris (line width) = 2w words/bytes 
  • Jumlah block dalam memori (number of blocks in main memory) = 2s+ w/2w = 2s 
  • Jumlah baris  dalam cache (number of lines in cache) = m = 2r 
  • Ukuran Tag (size of tag) = (s – r) bits 

Associative Mapping

Sebuah block pada memory utama bisa mengisi pada sebarang baris pada cache. Alamat memori diintrepetasikan sebagai: 

  • Least significant bits (LSB) w = posisi word pada block
  • Most significant bits (MSB) s = Tag digunakan untuk mengidentifikasikan block yang mana disimpan pada baris tertentu

Adapun karakteristik dari Associative Mapping :
  • Panjang alamat (address length) = (s + w) bits 
  • Jumlah unit yang bisa dialamati (number of addressable units) = 2s+w words/bytes 
  • Ukuran block (block size) = ukuran baris (line size) = 2w words/bytes 
  • Jumlah dari block pada memori utama (number of blocks in main memory) = 2s+ w/2w = 2s 
  • Jumlah baris dari cache (number of lines in cache) = tidak bisa ditentukan Ukuran Tag = s bits

Set Associative Mapping

Merupakan gabungan dari Direct dan Associative Mapping. Setiap set memuat sejumlah baris, pada dasarnya jumlah baris dibagi sebanyak jumlah himpunannya. Block tertentu memetakan ke sebarang baris pada himpunan spesifik.

Adapun karakteristik dari Set Associative Mapping :
  • Panjang alamat (address length) = (s + w) bits 
  • Jumlah alamat yang bisa di alamati (number of addressable units) = 2s+w words/bytes 
  • Ukuran block (block size) = ukuran baris (line size) = 2w words/bytes 
  • Jumlah block pada memori utama (number of blocks in main memory) = 2s+ w/2w = 2s 
  • Jumlah baris pada himpunan (number of lines in set) = k 
  • Jumlah set (number of sets) = v = 2d 
  • Jumlah baris pada cache (number of lines in cache) = kv = k * 2d 
  • Ukuran Tag (size of tag) = (s – d) bits


CHAPTER IV

Memori Internal


Random Access Memory (RAM)

Memiliki karakteristik:
  • Read/Write
  • Volatile
  • Penyimpanan Sementara
  • Static atau Dynamic
1)  Dynamic RAM, memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Bit tersimpan berupa muatan dalam kapasitor 
  • Muatan dapat bocor 
  • Perlu di-refresh 
  • Konstruksi sederhana 
  • Ukuran per bit nya kecil 
  • Murah 
  • Perlu refresh-circuits 
  • Lambat 
  • Main memory
2)  Static RAM, memiliki karakteristik sevagai berikut:
  • Bit disimpan sebagai switches on/off 
  • Tidak ada kebocoran 
  • Tidak perlu refreshing 
  • Konstruksi lebih kompleks 
  • Ukuran per bit lebih besar 
  • Lebih mahal 
  • Tidak memerlukan refresh-circuits 
  • Lebih cepat 
  • Cache

Read Only Memory (ROM)

Memiliki karakteristik :
  • Menyimpan secara permanen 
  • Digunakan untuk Microprogramming, Library subroutines, Systems programs (BIOS), dan Function tables
Jenis-jenis ROM :

1)  Ditulisi (Write) pada saat dibuat. Umumnya memiliki harga yang sangat mahal.
2)  Programmable (PROM). Diperlukan peralatan khusus untuk memprogram.
3)  Read "mostly". Yang diantaranya ada:
  • Erasable Programmable (EPROM). Dihapus dg sinar UV. 
  • Electrically Erasable (EEPROM). Perlu waktu lebih lama untuk menulisi. 
  • Flash memory. Menghapus seluruh memori secara elektrik.


CHAPTER V 

Memori Eksternal


Fixed / Movable Head Disk

1)  Fixed Head Disk yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Ada satu head (r/w) per track 
  • Head diletakkan pada tangkai yang tetap
2)  Movable Head Disk yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Hanya ada satu head per side 
  • Diletakkan pada tangkai yang dapat bergerak

Removable / Nonremovable Disk

1)  Removable Disk yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Dapat dilepas dari drive dan diganti dengan disk lain 
  • Memberikan kapasitas simpanan yang tak terbatas 
  • Mudah melakukan transfer data antar sistem
2)  Nonremovable Disk yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Terpasang permanen di dalam drive

Jenis-jenis Memori Eksternal

1)  Magnetik Disk yang memiliki karakteristik:
  • Dilapisi Metal atau plastik dengan material yang bersifat magnet (iron oxide) 
  • Memiliki berbagai jenis kemasan, seperti Floppy, Winchester hard disk, Removable hard disk
  • Removable
2)  Optical Disk yang memiliki karakteristik: 
  • Dilapisi Polycarbonate dengan material yang bersifat sangat reflektif 
  • Umumnya dibuat untuk peralatan audio
  • Data dibaca dengan menggunakan laser yang reflektif
3)  Magnetic Tape Disk yang memiliki karakteristik:
  • Berupa serial akses
  • Lambat
  • Sangat Murah
  • Menggunakan metode Backup (cadangan) dan Archive (arsip)


CHAPTER VI 

Operating System (OS)


Fungsi dan Kegunaan OS

  • Membuat komputer menjadi lebih Convenience atau lebih nyaman dan mudah untuk dioperasikan.
  • Membuat kerja komputer menjadi lebih Effisien atau memungkinkan penggunaan daya komputer yang lebih baik dan hemat.  

OS Services

Adapun beberapa servis atau keperluan yang telah disediakan oleh OS, antara lain:
  • Pembuatan program komputer
  • Pengeksekusian program komputer
  • Akses ke perangkat I/O
  • Mengatur akses ke data di dalam file
  • Akses ke perangkat sistem
  • Mendeteksi dan merespon jika terjadi error di komputer  

Jenis-jenis OS

1)  Single Programming (Uni Programming), yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 
  • Satu processor pada komputer hanya bisa mengerjakan satu program di satu waktu
  • Manajemen memorinya yaitu dengan memisah file data pada memori menjadi dua bagian
  • Satu program hanya untuk satu OS  
2)  Multi Programming, yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Satu processor pada komputer dapat mengerjakan banyak program sekaligus di satu waktu
  • Pengerjaan user dipisah menjadi beberapa bagian dan dibagikan diantara proses yang sedang aktif 
 

Scheduling

Merupakan kunci untuk melaksanakan multi-programming pada OS. Terdapat tiga macam Scheduling, yakni:

1)  Long Term Scheduling yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Menentukan program mana yang akan dikirim untuk dilakukan pemrosesan
  • Mengatur tingkat kepentingan (untuk diproses) dari sebuah program
  • Jika sudah terkirim, proses akan dilanjutkan oleh Short Term Scheduler
  • Atau jika tidak, proses akan di 'Swap' oleh Medium Term Scheduler
2)  Medium Term Scheduling yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Bagian dari 'Swapping Function' dari komputer
  • Manajemen multi-programming dilakukan berdasarkan keinginan user
  • Jika tidak ada Virtual Memory, manajemen memori akan bermasalah
3)  Short Term Scheduling yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Pengirim proses
  • Memutuskan proses mana yang akan di eksekusi selanjutnya
  • Proses yang akan dieksekusi tergantung dari ketersediaan slot pada processor


CHAPTER VII 

Arithmatic & Logic Unit (ALU)


Arithmetic dan Logic Unit (ALU) 

Memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Melakukan operasi aritmatika
  • Bisa menangani tipe data integer
  • Bisa menangani data bertipe floating point (bilangan real) 

Bilangan Bulat (Integer)

Memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Hanya terdapat bit 0 & 1 untuk merepresentasikan semua operasi bilangan
  • Tidak ada tanda minus
  • Tidak mengandung koma
  • Sign-Magnitude (0 diartikan positif dan 1 diartikan negatif)
  • Two Compliment, contoh
    • +3 = 00000011 
    • +2 = 00000010 
    • +1 = 00000001 
    • +0 = 00000000 
    •  -1 = 11111111 
    •  -2 = 11111110 
    •  -3 = 11111101

Addition dan Substraction

1)  Addition adalah operasi penjumlahan bilangan biner
2)  Substaction adalah operasi pengurangan bilangan biner

Bilangan Real

Memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Sering juga disebut Floating Point
  • Menggunakan nilai pecahan
  • Dapat dilakukan pengoperasian dengan menggunakan operasi bilangan biner
  • Direpresentasikan menjadi 2 bagian, yakni:
    • Mantissa, yang menentukan digit dari angka atau bilangan real
    • Eksponen, yang menentukan seberapa besar nilai dari mantissa angka tersebut
    • Contoh : 34600000 = 346E5 (346 * 10 pangkat 5) 


CHAPTER VIII 

Set Intruksi


Pengertian

Set Instruksi merupakan kumpulan dari instruksi lengkap yang dimengerti oleh CPU. Instruksinya berbentuk kode mesin yang keseluruhannya berbentuk bilangan biner. Dan untuk memudahkan programmer (user) digunakan bahasa yang lebih mudah dipahami yakni bahasa assembly.


Elemen Instruksi Mesin

Adapun elemen instruksi / informasi yang dibutuhkan oleh mesin (CPU) adalah:
  • Operation Code (Op code), menjabarkan kode operasi yang akan dilakukan atau diproses.
  • Source Operand reference, mengetahui sumber dari operasi yang dapat berasal dari beberapa sumber. Operand adalah input operasi
  • Result Operand reference, adalah hasil atau keluaran dari operasi.
  • Next Instruction reference, menginformasikan posisi instruksi yang harus dieksekusi oleh CPU 

Representasi Instruksi

Instruksi komputer direpresentasikan dalam sekumpulan bit yang dibagi menjadi beberapa field. Field-field ini lalu diisi oleh elemen instruksi yang membawa informasi bagi operasi CPU. Layout pada instruksi dikenal dengan format instuksi.

Kode operasi (opcode) direpresentasikan dengan singkatan yang disebut mnemonic. Contoh mnemonic adalah:
  • ADD = penambahan
  • SUB = substract (pengurangan)
  • LOAD = muatkan data ke memori
Melihat dari sumbernya, operand dapat berada di salah satu dari ketiga daerah berikut:
  • Memori utama 
  • Register CPU
  • Perangkat I/O
Contoh representasi operand:
  • ADD A, B artinya : nilai yang ada di lokasi B ditambahkan ke dalam register A dan hasilnya juga disimpan di dalam register A. 

Jenis-jenis Set Instruksi

Berikut jenis-jenis dari set instruksi:
  • Pengolahan data (data processing), meliputi operasi aritmetika dan logika yang memiliki kemampuan untuk mengolah data lain.
  • Perpindahan data (data movement), meliputi instruksi perpindahan data antar register maupun modul I/O.
  • Penyimpanan data (data storage), berisi instruksi-instruksi penyimpanan ke dalam memori yang sangat penting untuk digunakan ke operasi berikutnya.
  • Kontrol aliran program (program flow control), berisi instruksi pengontrolan operasi dan percabangan yang berguna untuk pengontrolan status dan mengoperasikan sistem percabangan operasi untuk dikerjakan bersama dengan set instruksi lain.


CHAPTER IX 

Struktur dan Fungsi CPU


Aktivitas CPU

CPU Harus :
  • Fetch Instruction (Mengambil Instruksi)
  • Interpret Data (Mengartikan Data)
  • Fetch Data (Mengambil Data)
  • Process Data (Mengolah Data)
  • Write Data (Menulis Data)
Adapun komponen-komponen utama CPU, antara lain:
  • Arithmetic and Logic Unit (ALU) yang melakukan komputasi atau pengolahan data berdasar instruksi yang diberikan kepadanya
  • Control Unit (CU) yang mengontrol perpindahan data dan instruksi ke CPU atau dari CPU lalu mengontrol operasi ALU
  • Register

Register CPU

  • User-visible Registers adalah register yang tertulis menggunakan bahasa mesin yang dieksekusi oleh CPU. Memiliki kategori:
    • General Purpose
    • Data
    • Alamat
    • Kode Kondisi
  • Control and Status Registers adalah register yang digunakan untuk mengontrol operasi CPU dan eksekusi program.

User Visible Registers

  • General Purpose Register, dapat berisi operand sembarang opcode yang dapat digunakan di berbagai fungsi oleh user (pemrogram).
  • Register data, digunakan untuk menampung data namun tidak dapat digunakan untuk kalkulasi dan alamat operand.
  • Register alamat, digunakan untuk pengalamatan tertentu sebuah data. Register alamat memiliki fungsi yang mirip dengan general purpose register. Contoh:
    • Segment Pointer, digunakan untuk menyimpan alamat berbasis segmen.
    • Register Index, digunakan untuk menyimpan alamat-alamt terindeks dan autoindexed
    • Stack Pointer, digunakan untuk pengalamatan push, pop, dan instruksi stack lainnya.


CHAPTER X 

Instruct Set Computer (ISC)


RISC

RISC adalah singkatan dari Reduced Instruction Set Computer dan jika diterjemahkan berarti "Komputasi Kumpulan Instruksi yang Disederhanakan" merupakan sebuah arsitektur komputer dengan instruksi dan jenis eksekusi yang paling sederhana. Arsitektur ini umumnya digunakan pada komputer dengan kinerja tinggi, seperti komputer vektor dan juga diimplementasikan pada prosesor komputer seperti mikroprosesor Intel, dll.

Karakteristik RISC yaitu:
  • Siklus mesin ditentukan oleh waktu yang digunakan untuk mengambil dua buah operand dari register, melakukan operasi ALU, dan menyimpan hasil operasinya ke dalam register.
  • Operasi berbentuk "dari register ke register" yang terdiri dari operasi load dan store untuk mengakses memori.
  • Menggunakan metode pengalamatan sederhana yang hampir sama dengan instruksi pengalamatan register.
  • Menggunakan format instruksi yang sederhana, panjang instruksinya tetap dan disesuaikan dengan panjang word.

Adapun karakteristik lain dari RISC adalah:
  • Instruksi berukuran tunggal
  • Memiliki ukuran 4 byte
  • Jumlah pengalamatan data biasanya kurang dari 5 buah
  • Tidak terdapat pengalamatan tak langsung yang mengharuskan melakukan sebuah akses memori agar memperoleh alamat operand lainnya dalam memori.       
  • Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmatika.
  • Tidak terdapat lebih dari satu operand beralamat memori per instruksi.
  • Tidak mendukung perataan sembarang bagi data untuk operasi load/ store. 
  • Jumlah maksimum pemakaian memori manajemen bagi suatu alamat data adalah satu instruksi.

CISC

CISC adalah singkatan dari Complex Instruction Set Computer atau bisa juga diartikan menjadi "Kumpulan Instruksi Komputasi Kompleks" merupakan sebuah arsitektur dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah sekaligus di dalam sebuah instruksi. Contoh prosesor CISC adalah System/360, VAX, famili Motorola 68000, CPU AMD dan Intel x86.

Karakteristik CISC yaitu:
  • Sarat informasi memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memory akan semakin berkurang.
  • Dimaksudkan untuk meminimumkan jumlah perintah yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan.
Adapun karakteristik lain dari CISC adalah:
  • Memiliki jumlah instruksi yang banyak
  • Banyak terdapat perintah bahasa mesin
  • Instruksi lebih kompleks
  • Lebih lambat dari RISC


CHAPTER XI 

Instruksi Paralel dan Superscalar Processor


Superscalar Architecture

Superscalar Architecture (SSA) atau arsitektur superskalar adalah arsitektur dari suatu komputer (processor) yang memungkinkan eksekusi dilakukan bersamaan (paralel) dalam satu siklus menggunakan teknik pipelining. Superscalar berbeda dengan Superpipeline karena superscalar dapat mengeksekusi dua atau lebih operasi scalar dalam bentuk paralel, sedangkan superpipeline melakukan sejumlah pekerjaan secara bersamaan namun dalam tahap yang berbeda yang dialirkan secara kontinu pada unit pemrosesan.

Ada beberapa isu yang dapat terjadi dalam Superscalar Architecture ini, di antaranya:
  • Instruction Level Parallelism, dapat dilakukan ketika instruksi yang berjalan tidak bergantung pada eksekusi yang lain, sehingga dapat berjalan secara paralel dengan tumpang tindih.
  • Machine Parallelism, adalah ukuran dari kemampuan prosesor untuk mengambil keuntungan dari adanya instruksi yang dijalankan secara paralel.
  • Instruction Issue Policy

Instruction Issue Policy

Secara umum instruction issue policy dikelompokkan ke dalam 3 kategori, yakni:
  • In-Order Issue with In-Order Completion (IOI with IOC), merupakan instruction issue policy paling sederhana, yakni dengan mengeksekusi instruksi secara sekuen (IOI) dan menuliskannya dalam order yang sama (IOC).
  • In-Order Issue with Out-of-Order Completion (IOI with OOC), OOC digunakan dalam prosesor RISC scalar untuk memperbaiki kinerja pada instruksi yang membutuhkan multiple cycle. Dengan OOC, sejumlah instruksi memungkinkan dalam stage eksekusi pada waktu yang sama.
  • Out-Of-Order Issue with Out-Of-Order Completion (OOI with OOC), dengan konsep OOI, setelah prosesor selesai melakukan instruksi decode, instruksi ditempatkan di instruction window, selama instruction window tidak penuh, proses dapat terus melakukan fetch dan decode instruksi baru.
    • Dengan adanya konsep OOI with OOC memungkinkan adanya dependensi WAW (Write After Write) dan WAR (Write After Read). Register Renaming menjadi salah satu metode untuk mengatasi konflik duplikasi sumber daya, dimana register dialokasikan dinamis oleh hardware prosesor, dan register berhubungan dengan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh instruksi.

Pentium 4 (Prosesor Superscalar)

Pentium 4 merupakan salah satu prosesor yang menggunakan sistem superscalar. Adapun operasi yang berjalan pada Pentium 4 adalah sebagai berikut:
  • Mengambil instruksi ke dalam memori dari program 
  • Menerjemahkan instruksi menjadi satu atau lebih instruksi RISC 
  • Mengekseksusi micro-ops pada superscalar pipeline 
  • Menyimpan hasil dari micro-ops ke register 
  • Di luar CISC shell di bagian dalam RISC core 
  • Bagian dalam RISC core terdapat pipeline yang terdiri minimal 20 stage


Sumber:

Komentar